Monday, February 6, 2012

Batas Negara; Ujung Sebuah Negeri

Jika boleh mengurut, ada tiga tempat yang menjadi favorit bagi orang ketika berkunjung ke tanah Borneo Barat. Tiga tempat itu berada pada kabupaten/kota yang berbeda juga. Satu, Pontianak. Kedua, Singkawang, dan ketiga itu Entikong.
Mengapa hanya tiga tempat itu? Pontianak, sebagai ibu kota provinsi, tentu saja menjadi lalu lintas yang utama. Tetamu yang berkunjung dari luar Pontianak akan singgah di kota ini. Walau hanya sejenak untuk sekadar meluruskan pinggang karena lelah berpergian.

Sebagai sebuah kota perdagangan dan jasa, Pontianak mau tidak mau harus siap menerima arus mobilitas massa yang frekwensinya terus meningkat. Karena itu, infrastruktur penunjang harus juga siap. Inilah yang menjadi tugas pemerintah. Apapun alasannya, infrastruktur penunjang sebagai sebuah kota perdagangan dan jasa haruslah sudah siap.

Jika berkunjung ke Pontianak. Sebagian orang akan melanjutkan perjalanannya. Ada dua tempat yang kerap menjadi tujuan: Singkawang dan Entikong. Singkawang yang disebut juga kota amoy, selalu menjadi tempat pelesiran yang menarik. Dari Pontianak, Singkawang bisa ditempuh menggunakan mobil atau sepeda motor. Waktu tempuh dari Pontianak sekitar tiga jam dengan kecepatan rata-rata 80 kilometer per jam.

Pada momen tertentu, kunjungan ke Singkawang meningkat signifikan. Di antaranya, saat perayaan Imlek, Cap Go Meh, sembahyang kubur, bahkan peringatan-peringatan hari besar lainnya. Namun tingkat kunjungan tertinggi biasanya terjadi saat warga Tionghoa merayakan hari-hari kebesarannya.

Lokasi kedua yang kerap dikunjungi jika seseorang sudah berada di Pontianak, yakni Entikong. Lho, kok bisa? Yah, Entikong boleh dicatat sebagai lokasi yang paling banyak dikunjungi orang. Bahkan, Badan Pusat Statistik menempatkan Entikong sebagai salah satu indikator mencatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Barat. Kendati faktualnya, tidak semua orang yang masuk dan keluar lewat Entikong dengan tujuan berwisata. Ada juga sebagian yang masuk untuk berbisnis.

Ada juga kebiasaan pejabat dari pusat negara yang berkunjung ke Kalbar. Begitu, tiba sekalian mengunjungi Entikong kemudian menyeberang ke Jiran. Namun kunjungan yang berkode resmi itu tidak juga bisa mengubah wajah batas negara. Padahal kedatangan temuai dari pusat negara menyerap aspirasi masyarakat perbatasan untuk sebuah kemajuan.

Ada pameo dalam masyarakat perbatasan: jika saja buku tamu dikumpulkan selama bertahun-tahun, maka isinya sudah tidak muat untuk tandatangan oleh tetamu itu. Bahkan, ada seloroh yang menyebutkan, “hanya malaikat saja yang datang ke perbatasan ini. Tetapi wajah perbatasan tetap saja seperti ini.” (*)

2 komentar:

Asep Haryono said...

kota Amoy Singkawang? Wah saya jadi inget pernah ditugasin di kota Amoy itu periode tahun 2001-2002 yang lalu, ah senangnya. Apakah masih banyak pelajar bersepeda di Singkawang saat ini? Bubur nasinya kalwa pagi ruar biasa.... TOp

YENI NURLINA said...

Pengakuan tulus dari IBU YENI,NURLINA TKI Yang kerja di disingapore.
Saya mau mengucapkan terima ksih yg tidak terhingga, serta penghargaan & rasa kagum yg setinggi-tingginya kepada MBAH RORO, saya sudah kerja sebagai TKI selama 9 tahun disingapore,dengan gaji lebih kurang 2.5jt/bln,tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,apalagi setiap bulan harus mengirim orang tua di majalengka, sudah lama saya mengetahui roomnya om ini, juga sudah lama mendengar nama besar MBAH,tapi saya termasuk orang yangg tidak terlalu percaya dengan hal ghoib, jadi saya pikir ini pasti kerjaan orang iseng yang mau menipu.
tetapi kemarin waktu pengeluaran , saya benar2 tidak percaya dan hampir pingsang,angka yg diberi MBAH RORO ternyata tembus, awalnya saya coba2 menelpon, saya bilang saya TKI Yang kerja di singapore mau pulang tidak ada ongkos, terus beliau bantu kasih angka . mulanya saya tdk percaya,mana mungkin angka ini keluar, tapi dengan penuh pengharapan saya pasangin kali 100 lembar, sisa gaji bulan april, ternyata berhasil….!!!
dapat BLT 200jt, sekali lagi terima kasih banyak MBAH RORO, saya sudah kapok kerja jadi TKI, rencana senin depan mau pulang aja ke PALEMBANG.buat MBAH,saya tidak akan lupa bantuan dan budi baik MBAH.
yang ingin merubah
nasib seperti saya silahkan hub MBAH RORO di no. 0853,9453,7578 ATAU

WEBSITe _RORO{ :> http://wwwprediksimbahjenggo.webs.com }

Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.
IBU YENI tki.
MAKASIH OM ROOMNYA










Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hostgator Discount Code