Saturday, January 28, 2012

Berbagi Kegelisahan

Aku berangkat membawa kegelisahan. Bersama hujan yang tak jeda sejak sore hingga hari menjelang pagi. Mungkin hujan tahu kalau hati lelaki senja itu sedang galau. Ribuan kedip tak berjeda membuncah dalam setiap pori-pori jiwa. Saat hujan mulai jenak, galau tak jua beranjak. Hanya satu keyakinan, selalu ada jalan untuk keluar. Dan, suatu hari nanti, kita bisa berucap selamat tinggal galau.

Aku tak bisa sepenuhnya melawan kegelisahan. Sebab kegelisahan menunjukkan betapa tidak sempurnanya hidup. Kegelisahan juga menunjukkan kalau kebahagiaan sejatinya tak singgah. Ia hanya lewat sejenak. Menoleh, namun enggan singgah. Senyum pun payah. Mungkin kebahagiaan sedang bad mood. Walau begitu, aku masih berharap ia mau singgah, walau hanya sejenak. Tentu dengan senyum yang tak dipaksakan.

Hujan mulai berjeda. Satu harap terserap. Bahagia harusnya segera menghadap, agar jiwa yang dipenuhi kegelisahan bisa berubah menjadi kegembiraan. Ceria akan membawa cerita indah. Karena kegelisahan menjadi catatan yang tak mencerdaskan. Aku rindu semua hasrat yang belum terjawab. Aku ingin berbagi cerita kala bersua. Sebab banyak hal yang tak bisa diceritakan kalau kita tidak bersua.

Manusia memang mengharap kebaikan pada hidup. Manusia mencoba untuk meraih kebahagiaan yang tak memiliki fisik. Kebaikan dan kebahagiaan sebuah subjek dari perjalanan hidup seorang manusia. Banyak orang menjelajahi riwayat kehidupan yang berhari-hari, berminggu, berbulan, bertahun, hingga berabad-abad. Hanya sedikit yang benar-benar merasakan kebaikan dan kebahagiaan sebagai suatu kegembiraan.

Ketika masih kecil, setiap hari kita diliputi kegembiraan. Senang dan ceria. Tak ada kesedihan. Walau orangtua bersedih, gelisah, kita tetap saja gembira. Kebahagiaan selalu datang setiap saat. Tak mengherankan bila banyak orang ingin kembali kepada masa kecil. Sebab segalanya berubah ketika sudah beranjak remaja, bahkan dewasa.

Saat remaja, omelan kerap diterima. Hampir tak ada yang baik, yang kita lakukan. Semua ada kurangnya. Marah dan ketidaksenangan kerap datang. Kadang kita tak sanggup menerimanya. Kadang cuek saja, sebab ketidaksempurnaan memang milik kita sebagai manusia.

Baiklah….
Sudahlah tidak perlu berdebat. (*)


1 komentar:

YENI NURLINA said...

Pengakuan tulus dari IBU YENI,NURLINA TKI Yang kerja di disingapore.
Saya mau mengucapkan terima ksih yg tidak terhingga, serta penghargaan & rasa kagum yg setinggi-tingginya kepada MBAH RORO, saya sudah kerja sebagai TKI selama 9 tahun disingapore,dengan gaji lebih kurang 2.5jt/bln,tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,apalagi setiap bulan harus mengirim orang tua di majalengka, sudah lama saya mengetahui roomnya om ini, juga sudah lama mendengar nama besar MBAH,tapi saya termasuk orang yangg tidak terlalu percaya dengan hal ghoib, jadi saya pikir ini pasti kerjaan orang iseng yang mau menipu.
tetapi kemarin waktu pengeluaran , saya benar2 tidak percaya dan hampir pingsang,angka yg diberi MBAH RORO ternyata tembus, awalnya saya coba2 menelpon, saya bilang saya TKI Yang kerja di singapore mau pulang tidak ada ongkos, terus beliau bantu kasih angka . mulanya saya tdk percaya,mana mungkin angka ini keluar, tapi dengan penuh pengharapan saya pasangin kali 100 lembar, sisa gaji bulan april, ternyata berhasil….!!!
dapat BLT 200jt, sekali lagi terima kasih banyak MBAH RORO, saya sudah kapok kerja jadi TKI, rencana senin depan mau pulang aja ke PALEMBANG.buat MBAH,saya tidak akan lupa bantuan dan budi baik MBAH.
yang ingin merubah
nasib seperti saya silahkan hub MBAH RORO di no. 0853,9453,7578 ATAU

WEBSITe _RORO{ :> http://wwwprediksimbahjenggo.webs.com }

Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.
IBU YENI tki.
MAKASIH OM ROOMNYA










Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hostgator Discount Code