Tuesday, June 7, 2011

Menjaga Abu Emak

Saat nas ini ditulis, orang-orang di kampung sedang menjaga abu emak. Mereka berjaga-jaga di rumah, terutama malam hari. Itu dilakukan selama tujuh hari tujuh malam sejak peristiwa kematian. Nas ini ditulis ketika abu emak sudah memasuki hari keempat. Emak meninggal pada Kamis, 27 Mei 2011 sekitar pukul 19.30.

Menjaga abu adalah sebuah tradisi. Sebuah ritual adat berjaga-jaga di rumah keluarga orang yang meninggal. Bagi orang Angan, menjaga abu sangat penting agar arwah seseorang yang meninggal tidak merasa sendiri. Ia perlu ditemani dengan cara berjaga selama tujuh hari tujuh malam.

Dulu orang yang meninggal, jasadnya tidak dikuburkan. Seseorang yang sudah meninggalkan ditempatkan pada sebuah pantonkg. Pantonkg ini dibuat dari kulit kayu yang kemudian dikeringkan. Kulit kayu ini dibentuk semacam tabung memanjang dengan ketinggian antara tiga hingga empat meter. Jenazah orang yang sudah meninggalkan ditempatkan di dalam pantonkg, kemudian ditempatkan pada sebuah pohon kayu besar dengan ukuran sepelukan lima orang dewasa.

Namun pantonkg ini tidak bertahan lama karena adanya pembukaan ladang, sehingga kayu-kayu besar juga ikut ditebang. Selain itu, semakin sulitnya mencari kulit kayu yang pas untuk prosesi pemakaman tersebut. Tak hanya itu, adanya cerita orang, mungkin saja sebuah dongeng, yang dikejar pantonkg. Cerita ini kemudian menjadi alasan orang Angan meninggalkan tradisi pantonkg, dalam menguburkan jasad seseorang yang sudah meninggal.

Orang Angan kemudian beralih dengan cara membakar. Mereka mengikuti ajaran Agama Hindu yang melaksanakan ngaben pada seseorang yang meninggal. Ada beberapa penduduk yang mengikuti ajaran itu. Ritual pembakaran mayat dilakukan pada sebuah perbukitan, yang letaknya sekitar lima ratus meter dari pusat kampung.

Setelah upacara ngaben versi orang Angan itu dilakukan, sebagian abunya dibawa pulang menggunakan satu wadah. Nah, abu inilah yang kemudian dijaga selama tujuh hari tujuh malam, sebelum ditempatkan di wuwungan rumah. Dalam menjaga itu, orang-orang kampung memainkan beragam permainan tradisional, di antaranya, kuda parang.

Lokasi melakukan ritual ngaben ala Dayak Angan diberi nama Pulo Petinu, sebuah tempat melakukan pembakaran terhadap orang meninggal. Lokasi ini kemudian ditetapkan sebagai lokasi perkuburan massal orang-orang Katolik di Angan Tembawang.

Di era modernisasi, ritual ngaben ala orang Angan ditinggalkan. Pemakaman terhadap orang meninggal berubah menjadi pola tanam. Pulo Petinu menjadi lokasi yang tepat untuk melakukan penanaman terhadap orang meninggal. Hingga kini, lokasi itu terus diisi. Termasuk Emak yang baru saja meninggal. Emak menjadi penghuni baru lokasi itu. Hari ini, sudah lima hari emak menghuni rumah barunya, sebuah rumah di kehidupan kekal. Emak sedang berjalan menuju rumah abadi. Tempat semua orang akan berkumpul bersama sanak keluarganya.

Pola berjaga-jaga juga berubah. Orang-orang tidak sekadar berjaga-jaga menemani arwah yang baru saja meninggalkan rumah dalam dunia nyata. Orang-orang mengisi malam dengan beragam kegiatan, di antaranya, bermain domino, dadu, kolok, hingga kartu remi. Lebih banyak menggunakan uang. Arena jaga malam arwah berubah menjadi lokasi perjudian.

Secara esensi, ritual jaga abu itu berubah. Dulu, ketika zaman masih serbatradisional, orang-orang hanya berjaga-jaga tanpa disertai perjudian. Sekarang, orang-orang mengisi malam hingga tujuh hari melakukan beragam permainan judi. Dan, menjaga abu emak juga demikian adanya.

Masih ada nas lain yang perlu dicatat dalam perjalanan pulang emak. Akan kutulis dan kurangkai menjadi satu kalimat, yang mudah-mudahan, indah sehingga bisa melahirkan inspirasi bagi semua orang. Semoga jemari ini masih sanggup merilis dan mengumpulkan kata-kata dan menjadikannya kalimat. (*)

2 komentar:

Asep Haryono said...

Terharu sekali saya membaca postingan ini. I am proud of you mr Miank.

YENI NURLINA said...

Pengakuan tulus dari IBU YENI,NURLINA TKI Yang kerja di disingapore.
Saya mau mengucapkan terima ksih yg tidak terhingga, serta penghargaan & rasa kagum yg setinggi-tingginya kepada MBAH RORO, saya sudah kerja sebagai TKI selama 9 tahun disingapore,dengan gaji lebih kurang 2.5jt/bln,tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,apalagi setiap bulan harus mengirim orang tua di majalengka, sudah lama saya mengetahui roomnya om ini, juga sudah lama mendengar nama besar MBAH,tapi saya termasuk orang yangg tidak terlalu percaya dengan hal ghoib, jadi saya pikir ini pasti kerjaan orang iseng yang mau menipu.
tetapi kemarin waktu pengeluaran , saya benar2 tidak percaya dan hampir pingsang,angka yg diberi MBAH RORO ternyata tembus, awalnya saya coba2 menelpon, saya bilang saya TKI Yang kerja di singapore mau pulang tidak ada ongkos, terus beliau bantu kasih angka . mulanya saya tdk percaya,mana mungkin angka ini keluar, tapi dengan penuh pengharapan saya pasangin kali 100 lembar, sisa gaji bulan april, ternyata berhasil….!!!
dapat BLT 200jt, sekali lagi terima kasih banyak MBAH RORO, saya sudah kapok kerja jadi TKI, rencana senin depan mau pulang aja ke PALEMBANG.buat MBAH,saya tidak akan lupa bantuan dan budi baik MBAH.
yang ingin merubah
nasib seperti saya silahkan hub MBAH RORO di no. 0853,9453,7578 ATAU

WEBSITe _RORO{ :> http://wwwprediksimbahjenggo.webs.com }

Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.
IBU YENI tki.
MAKASIH OM ROOMNYA










Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hostgator Discount Code