Tuesday, June 7, 2011

In Memoriam Emak (2)

CATATAN yang menggetarkan! Banyak orang menceritakan, kesadaran akan keberadaan sang Emak, sang Ibu, sang Bunda, kerap terlambat. Kerap baru disadari betapa mereka sungguh tak tergantikan, justru saat mereka telah berangkat ke alam sana.

Hanya selang dua hari sebelum kepergian sang Emak dari rekan Budi Miank, kita juga sempat jumpa dengan Budi dan rekan lain, di sebuah warung kopi di sudut Kota Pontianak. Kita bicara soal blog dan website personal.

Dan lagi-lagi, bung Budi Miank berujar: saat ini, hanya ada dua tema yang sangat mendominasi tulisan pribadi di blog, yaitu si bungsu dan si Emak. Tentu saja saat bincang dan canda yang meriah itu, sama sekali tidak terlintas bahwa sang Emak akan segera berangkat.

Bung Budi Miank, sekali dan sekali lagi, doa kami yang tulus, untuk ketabahanmu dan keluarga. Sang Emak telah menuntaskan pengembaraannya di dunia fana. Dan aku sangat yakin, dia "berangkat" dengan banyak kebanggaan dan kebahagiaan. Satu putranya telah menjadi "orang".

Profesi di bidang jurnalistik memang masih aneh dan langka di "negeri" kami, Borneo Barat. Bung Miank menjadi satu dari sedikit orang yang masih setia dengan kaul ini. Saya amat yakin, susah payah sang Emak yang bagai "alarm" membangunkan si Budi kecil saat subuh harus berangkat menyadap karet, telah ikut menempa ketegaran ini.

Jika Emak mengajarkan Budi kecil menorehkan tajamnya pisau penyadap di batang-batang pohon karet, kini keterampilan itu telah merupa menjadi torehan berbagai catatan kehidupan. (*)

* Ditulis Severianus Endi, mantan wartawan dan blogger yang ditulisnya di sebuah milis.

3 komentar:

Severianus Endi said...

Budi
Doa kami untuk kedamaian beliau di alam sana. Cinta pada sang Emak tak lekang dimakan waktu. Amin.

Asep Haryono said...

Kami sekeluarga tidak henti hentinya mengirimkan doa kami sekeluarga buat Miank. Agar tetap tabah, dan semakin tegar menghadapi musibah ini. Kematian akan datang pada kita semua.

Ini hanya soal waktu. Cepat atau lambat kita semua akan kembali menghadapNYA. Sabar dan Tabah ya Miank.

Asep Haryono and family
Duta Bandara permai
Pontianak

YENI NURLINA said...

Pengakuan tulus dari IBU YENI,NURLINA TKI Yang kerja di disingapore.
Saya mau mengucapkan terima ksih yg tidak terhingga, serta penghargaan & rasa kagum yg setinggi-tingginya kepada MBAH RORO, saya sudah kerja sebagai TKI selama 9 tahun disingapore,dengan gaji lebih kurang 2.5jt/bln,tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,apalagi setiap bulan harus mengirim orang tua di majalengka, sudah lama saya mengetahui roomnya om ini, juga sudah lama mendengar nama besar MBAH,tapi saya termasuk orang yangg tidak terlalu percaya dengan hal ghoib, jadi saya pikir ini pasti kerjaan orang iseng yang mau menipu.
tetapi kemarin waktu pengeluaran , saya benar2 tidak percaya dan hampir pingsang,angka yg diberi MBAH RORO ternyata tembus, awalnya saya coba2 menelpon, saya bilang saya TKI Yang kerja di singapore mau pulang tidak ada ongkos, terus beliau bantu kasih angka . mulanya saya tdk percaya,mana mungkin angka ini keluar, tapi dengan penuh pengharapan saya pasangin kali 100 lembar, sisa gaji bulan april, ternyata berhasil….!!!
dapat BLT 200jt, sekali lagi terima kasih banyak MBAH RORO, saya sudah kapok kerja jadi TKI, rencana senin depan mau pulang aja ke PALEMBANG.buat MBAH,saya tidak akan lupa bantuan dan budi baik MBAH.
yang ingin merubah
nasib seperti saya silahkan hub MBAH RORO di no. 0853,9453,7578 ATAU

WEBSITe _RORO{ :> http://wwwprediksimbahjenggo.webs.com }

Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.
IBU YENI tki.
MAKASIH OM ROOMNYA










Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hostgator Discount Code